Keindahan I'tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan

Keindahan I'tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan

Keindahan I'tikaf selama 10 hari terakhir Ramadhan sangatlah luar biasa. Ini adalah waktu di mana seorang muslim memilih untuk menahan diri di dalam masjid, sepenuhnya mengabdikan dirinya kepada Allah. Praktik ini memiliki keutamaan yang besar, dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri melakukan I'tikaf pada periode ini setiap tahun.

Selama I'tikaf, seseorang memisahkan diri dari hiruk-pikuk dunia, menyingkirkan segala hal yang bisa mengalihkan perhatian dari ibadah kepada Sang Pencipta. Ini adalah momen untuk merenungkan, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, dan memohon ampunan serta berdoa kepada Allah.

Keutamaan I'tikaf selama 10 hari terakhir Ramadhan tidak hanya berdampak pada individu yang melakukannya, tetapi juga membawa manfaat bagi komunitas Muslim secara keseluruhan. Ketika seorang muslim menjauhkan diri dari kesibukan dunia untuk memperdalam hubungannya dengan Allah, itu memperkuat ikatan kebersamaan dan spiritualitas dalam komunitas.

Momen ini juga merupakan peluang emas untuk mengejar Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana pahala ibadah diperlipatgandakan. Dengan berada di dalam masjid selama 10 hari terakhir Ramadhan, seseorang memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menemukan malam yang penuh berkah ini.

Subhanallah, tak terasa malam ini sudah masuk 10 hari terakhir Ramadhan.  Waktunya memaksimalkan ibadah, targetkan untuk i'tikaf 10 hari terakhir. Minimal di malam ganjil. Seperti malam 21,23,25,27, juga 29. 

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi


Keutamaan Lailatul Qadr

Di antara nikmat dan karunia Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat Islam, dianugerahkannya kepada mereka satu malam yang mulia dan mempunyai banyak keutamaan. 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadr) itu? Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadr) lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al-Qadr: 1-5).

“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R Al Bukhari ).

Apa yang bisa kita lakukan saat i'tikaf:

  1. Memperbanyak bacaan Al-Quran
  2. Memperbanyak sholat sunah, juga menegakkan sholat terawih
  3. Memperbanyak do'a
  4. Menuntut ilmu agama 
  5. Berzikir dan memuhasabahi diri.

Dengan semua keistimewaan bulan Ramadhan dan keberkahan yang terkait dengan I'tikaf selama 10 hari terakhir Ramadhan, tidaklah mengherankan bahwa umat Islam mencari cara untuk mengoptimalkan waktu ini. Hal ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam mencapai kedekatan dengan Allah dan memperoleh berkah Ramadhan secara penuh.

Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu yang berharga ini untuk memperdalam iman, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah menerima semua ibadah kita dan memberkahi kita dengan keberkahan Ramadhan. Aamiin.

Semoga kita bisa memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan kualitas dan kuantitas amal terbaik. Diberikan kesehatan, rizki yang berkah, ilmu yang manfaat, serta mendapatkan gelar taqwa di hadapan Allah. Aamiin

Sebelumnya